Skip to content
Aside

Camouflage Tower di Kawasan Laboratorium Terpadu BPPT Serpong

4. 3D

Salah satu menara SST 4 kaki atau 4 Leg yang pernah kami lakukan perhitungan adalah sebuah tower kamuflase dengan ketinggian 77 meter. Tower ini dibangun di kawasan Laboratorium Terpadu di BPPT Serpong.

.

Tower ini Multipurpose, didirikan sebagai menara pandang, disewakan untuk seluler juga penangkap petir.

Aside

Warehouse + Office Novindo Steel Structural Analysis

Salah satu perhitungan struktur baja yang telah dikerjakan Vanda Smart. Warehouse + Office PT. Novindo yang berlokasi di BSD City dengan luas bangunan 708 m2 dan tinggi 13,6 m (3 lantai office).

Aside

Conveyor Structural Analysis for Coal Mining Project

CONVEYOR 5

Salah satu Perhitungan Struktur Baja yang pernah dikerjakan Vanda Smart untuk keperluan project pertambangan batubara. Berupa Struktur Baja Conveyor yang mengalirkan Batubara dari lokasi penampungan ke kapal Tongkang.  Dengan panjang mencapai 99 m dan tinggi 22 m.

Aside

Hopper Structural Analysis for Coal Mining Project

HOPPER WIKA6

Salah satu Perhitungan Struktur Baja yang pernah dikerjakan Vanda Smart untuk keperluan project pertambangan batubara. Berupa struktur baja yang menampung batubara yang dipindahkan dari lokasi penambangan dengan truk untuk dialirkan melalui conveyor ke tempat pengolahan. Dengan ukuran 15mx 8mx 6m dan tinggi kolom penyangga 8m.

 

Pasokan Baja Konstruksi di Indonesia terus diperbaiki

Beberapa rencana pembangunan mega proyek infrastruktur di Indonesia ke depan menuntut baja dengan kualitas tinggi. Menurut data tahun 2011, tercatat kapasitas produksi baja nasional sebesar 18,9 juta ton. Sedangkan konsumsi baja nasional pada tahun 2011 mencapai 12 juta ton. Namun berbagai sumber, Indonesia masih mengimpor sebanyak 4-5 juta ton baja per tahun untuk memenuhi kebutuhan baja dalam negeri.

Mengapa Indonesia masing impor baja? Pertanyaan tersebut akan ditindaklanjuti dengan survei dan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan Pusat Pembinaan Sumber Daya Investasi (Pusbin SDI), BP Konstruksi dengan ahli/ Pakar Konstruksi dari ITB, Moh. Abduh. Survei tersebut dipandang penting dalam menindaklanjuti temuan di lapangan. Untuk itu, Pusbin SDI mengadakan FGD dengan para pemangku kepentingan dengan keterkaitannya dengan rantai pasok baja konstruksi, di Jakarta (26/9).

“Fokus Grup Discussion ini dilaksanakan dalam rangka pengumpulan data atau temuan di lapangan sebagai bentuk validasi terhadap temuan sementara dari survei yang telah dilakukan”, ujar Kepala Pusat Pembinaan SDI, Moch. Natsir.

Segala permasalahan mengenai struktur rantai pasok baja konstruksi dan katalog baja konstruksi diharapkan akan mendapatkan masukan dan informasi tambahan untuk memperkaya hasil survei yang telah dilaksanakan. Termasuk tata niaga, katalog baja konstruksi serta permasalahan lainnya.

Beberapa permasalahan ditemui oleh Pakar Konstruksi dari ITB, Moh. Abduh. Diungkapkannya, kontuinitas pasokan dalam negeri dan kestabilan harga perlu dijamin. Sehingga mengurangi pengeluaran devisa untuk impor. Selain itu, perlu diketahui dan dipersiapkan sejauh mana kesiapan produsen nasional terhadap rencana proyek-proyek infrastruktur strategis.

Permasalahan lain yang ditemui dalam rantai pasok baja nasional diantaranya adalah bahan baku yang sering kosong dan kebijakan pemerintah terhadap kandungan B3 yang belum memiliki standard yang baku dalam bentuk SNI. Selain itu, infrastruktur pelabuhan yang belum memadai dan pungutan liar pada jalur distribusi mengakibatkan waktu bongkar muat menjadi lebih lama dan menambah biaya sangat tinggi.

Salah satu perwakilan pengguna jasa PT.PP, mengatakan kenaikan bahan baku baja pada awal 2011 lalu berdampak pada jauhnya estimasi biaya yang telah dianggarkan, yang berujung pada mengurangi profit yang seharusnya didapat. (dndy/ind)

Sumber: PU.net

Biografi Wiratman Wangsadinata, Raja Insinyur Indonesia !

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata adalah salah satu pakar dan praktisi di bidang konstruksi Indonesia. Ia merupakan seorang putra terbaik bangsa yang tidak diragukan dedikasi, integritas dan profesionalisme sebagai engineer dan enterpreneur bahkan guru besar yang sukses di bidang infrastruktur.

Biografi Wiratman Wangsadinata

Karya-karyanya yang monumental telah menghiasi perjalanan sejarah bangsa Indonesia antara lain adalah Gedung Wisma Nusantara, Wisma Dharmala, Bakrie Tower dan Duku Atas Tunnel di Jakarta, Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Rajamandala di Bandung, Restorasi Candi Borobudur di Magelang serta Keuliling Dam di Aceh. Di pembangunan hotel dan apartemen, Wiratman merancang Four Seasons Residential Apartments, Mal Ciputra, dan Hotel Aryaduta.

Wiratman juga merancang Pembangkit Listrik Tenaga Air Mrica, Banjarnegara, PLTA Merangin, PLTA Kusan, Pembangkit Gresik, Telecommunication Tower dan Menara Jakarta. Menara Jakarta akan menjadi tower tertinggi di dunia dengan ketinggian 558 meter.

Wiratman dilahirkan di Jakarta tahun 1935 dan lulus sebagai Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1960. Setelah lulus dari ITB ia langsung menjadi tenaga pengajar (luar biasa) di Jurusan Teknik Sipil ITB. Ia mengambil doktor di ITB dan mendapatkan gelar doktor pada tahun 1992 dalam bidang Rekayasa Struktur dengan predikat Cum Laude. Pada tahun 1995 sampai 2004 ia menjadi Guru Besar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Dan sejak tahun 2005 menjadi Guru Besar Emeritus di Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara. Wiratman diangkat menjadi anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dari tahun 2003 sampai tahun 2006.

Wiratman Wangsadinata adalah Pendiri dan direktur utama PT. Wiratman & Associates, Multidisciplinary Consultant, yang telah berdiri sejak tahun 1976 dan sampai kini telah terlibat dalam perencanaan dan supervisi ratusan bahkan ribuan proyek-proyek konstruksi dari mulai jembatan, dam, jalan dan yang cukup banyak adalah gedung-gedung tinggi. Beliau juga lah yang menggagas tentang peraturan gempa di Indonesia.

Wiratman mulai mengembangkan kariernya sebagai Insinyur Perencana di Jawatan Jalan-jalan dan Jembatan Dep. PU pada tahun1960 sampai tahun1965, menjadi Direktur dari PN Perencana INDAH KARYA pada tahun 1965 sampai tahun 1970, diangkat menjadi Pengawas Pemerintah untuk perencanaan dan pelaksanaan Gedung Wisma Nusantara bertingkat 30, proyek investasi Pemerintah sekaligus gedung tinggi pertama di Indonesia pada tahun 1970 sampai tahun 1973, kemudian ditunjuk menjadi Konsultan pada Proyek Pemugaran Candi Borobudur yang disponsori oleh UNESCO pada tahun 1973 sampai tahun 1983.

Selama ini ia telah menulis lebih dari 200 makalah teknik yang dipresentasikan dalam berbagai konferensi nasional maupun internasional. Wiratman telah mendapatkan sekitar 14 penghargaan nasional maupun internasional atas jasa-jasanya seperti penghargaan karya konstruksi 2003, penghargaan Adhicipta Rekayasa untuk Teknik Sipil dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), ASEAN Achievement Award dari ASEAN Forum dan penghargaan lainnya.

Inspirator dan motivator bagi perekayasa di Indonesia ini juga memegang paten dalam pembuatan terowongan “Sistem Antareja” No. ID 0 009 677. Ia juga menyandang Sertifikat Insinyur Profesional Utama (IPU) dari PII dan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI).

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.